8 Juni 2024
Share

LENSA MERAUKE – Penjabat  Gubernur Provinsi Papua Selatan  Apolo Safanpo melakukan kunjungan Silaturahmi kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. Djojohadikusumo di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Kedatangan Gubernur Apolo disambut hangat oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra ini saat tiba di ruang kerjanya Lantai 6, Gedung Mid Plaza kawasan Jenderal Sudirman.

Dalam suasana penuh keakraban, Bapak Hashim dan Gubernur Apolo terlibat tukar pikiran seputar proses pembangunan masyarakat Papua Selatan.

Pada kesempatan itu, diperbincangkan juga peran Yayasan “Wadah Titian Harapan” yang lazim disebut Yayasan Wadah.

Yayasan Wadah didirikan oleh Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo – sebuah lembaga nirlaba yang didirikan atas dasar kepedulian seorang ibu terhadap kesejahteraan bangsa khususnya masyarakat lapisan akar rumput. Masa depan suatu bangsa terletak pada mereka.

Melalui Yayasan Wadah kelompok masyarakat akar rumput ini dapat meraih masa depan yang lebih baik, membangun generasi penerus yang lebih tangguh, lebih berdaya dan lebih bermartabat.

Program kerja Wadah diarahkan pada bidang pendidikan, kesehatan dan penguatan ekonomi.

Gubernur Apolo pada kesempatan Silaturahmi ini secara singkat menjelaskan perkembangan situasi sosial, budaya dan politik di wilayah provinsi yang dipimpinnya sejak 11 November 2022 hingga kini.

Gubernur Apolo mengharapkan kerjasama konstruktif antara pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan Yayasan Wadah untuk peningkatan martabat orang asli Papua, pemberdayaan orang asli Papua demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Papua Selatan.

Usai tukar pikiran bersama dalam semangat kekeluargaan, Gubernur Apolo menyerahkan cenderamata berupa hasil seni ukir kayu masyarakat tradisional Asmat daerah kelahirannya sendiri.

Cenderamata ukiran kayu dari Asmat itu berbentuk seekor burung Pelikan. Burung pelikan berasal dari wilayah Australia dan Tasmania. Pada saat musim dingin tiba, pelikan melakukan migrasi dari daratan Australia menuju belahan bumi Utara untuk mencari makan dan berkembang biak. Salah satu daerah tujuan migrasi pelikan adalah wilayah pesisir pantai Provinsi Papua Selatan.

Burung pelikan adalah simbol makhluk hidup yang membelah dadanya dengan paruhnya dan memberikan makan anak-anaknya dengan darahnya sendiri jika tidak ada cukup makanan.

Dalam tradisi kuno di Eropa, dipercayai burung pelikan mempunyai kekuatan untuk menghidupkan kembali anak-anaknya yang sudah mati dengan memberikan darahnya kepada mereka.

Cenderamata ukiran kayu “burung Pelikan” merupakan simbol bagi kepemimpinan di Tanah Selatan Papua. Seorang pemimpin rakyat harus dapat memberikan dirinya sehabis- habisnya – mengabdi kepada rakyat seutuhnya hingga titik darah penghabisan.