7 Juni 2024
-Plt Sekda Merauke, Jeremias Ndiken menyematkan tanda peserta kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang digelar BMKG
Share

Lensa Merauke –  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas IV Merauke menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik, Kamis (15/06/2023).

SLI digelar guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim.

Kegiatan SLI berlangsung di Kantor Karantina Pertanian Merauke diikuti 30 peserta yang terdiri dari petani dan mahasiswa.

Plt Sekda Merauke, Jeremias Ndiken membuka langsung Sekolah Lapang Iklim (SLI)   yang ditandai dengan penabuhan tifa.

Sementara, Kepala BMKG Merauke, Marsildus Eustakius Keytimu mengatakan, kegiatan SLI dengan tema Pemahaman informasi iklim untuk adaptasi perubahan iklim dalam sektor ketahanan pangan, menjadi wahana tepat untuk memberikan pengetahuan tentang iklim.

Selan itu, juga untuk memperluas jaringan komunikasi Sehingga informasi yang diberikan BMKG kaitannya iklim dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat atau pengguna jasa lainnya.

Sementara itu Sub Koordinator Bidang Informasi Iklim Lingkungan BMKG Pusat, M Agung Fauzi menyebut, SLI menjadi salah satu program BMKG dalam berikan literasi iklim bagi petani yang diketahui menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap resiko perubahan iklim.

“Iklim dan pertanian menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Apapun yang terjadi pada kondisi iklim akan mempengaruhi kondisi pertanian,” katanya.

Ditambahkan, BMKG menggelar SLI dengan tujuan untuk jangka pendek, meningkatkan pemahaman terkait info iklim kepada kelompok tani. Dimana informasi iklim BMKG bisa dipahami dan dimanfaatkan langsung para penyuluh serta kelompok tani.

“Sedangkan untuk jangka panjangnya, menguatkan koordinasi lintas sektor. BMKG sebagai penyedia informasi iklim perlu berkolaborasi dengan stakeholder, khususnya pertanian untuk mengetahui iklim yang terjadi,” terangnya.

Plt Sekda Merauke, Jeremias Ndiken mengapresiasi adanya Sekolah Lapang Iklim yang digelar BMKG setempat.

Dirinya berharap para peserta dapat mengikuti dan menyerap ilmu adaptasi perubahan iklim dengan baik. Selanjutnya, ilmu tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemajuan pertanian di daerah.(Yani)