Wagub Paskalis : Perlu Kekuatan dan Elaborasi Bangun Pendidikan di Papua Selatan

Pendidikan1046 Dilihat
Share

lensamerauke.com – Wakil Gubernur Papua Selatan,Paskalis Imadawa menyebut tantangan pendidikan di Papua cukup kompleks perlu kekuatan dan elaborasi.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan siswa-siswi kelas B Taman kanak-kanak (TK) Santa Maria Fatima Kelapa Lima tahun ajaran 2024-2025 di Gedung Vertenten Merauke, Sabtu (14/6/2025).

Menurut dia, masih banyak tantangan di dunia pendidikan khusus di Papua, cukup kompleks, di antaranya pertama, akses anak-anak kesekolah, makan atau tidak sebelum ke sekolah. Akses kebutuhan pokok guru dan anak sekolah harus dipenuhi.

Kedua, kualitas pendidikan yakni kualitas anak harus baik, kulitas keluarganya harus baik, dan juga kualitas tenaga pendidik.

“Ini perlu dilihat, lantaran membuat saat ini kita banyak berjalan mundur bukan berjalan maju,”tegas dia.

Ketiga, kurikulum tidak relevan dengan kondisi rili, ini merupakan tantangan terberat khusus di Papua. Untuk itu, kekuatan dan elaborasi perlu disatukan untuk menyuarakan bahwa kurikulum harus disesuaikan dengan konteks daerah.

Paskalis mengatakan, ketidak relevan kurikulum ini membunuh bukan mensejahterakan anak-anak didik khusus di Papua. Tak hanya itu, sistem digitalisasi yang diterapkan di dunia pendidikan khususnya di Papua terkesan dipaksakan.

“Tiga hal ini perlu kita perhatikan secara bersama kedepan,”kata Wagub Paskalis Imadawa.

Ia menegaskan, pemerintah kabupaten perlu melihat hal ini, jangan dipandang sebelah mata,mulai dari pendidikan dasar sampai pada tingkat perguruan tinggi.

Ia menyebut, kedepannya perlu bersinergi membangun pendidika di Papua. Pembagian kewenangan antara kabupaten dan provinsi perlu dikaji dan tinjau kembali.

Paskalis meminta kepada para orangtua dan para pejabat pemerintah bahwa saat ini perlu cemas dalam menyiapkan generasi muda didunia pendidikan guna menghadapi Indonesia emas di 2045 nanti.

“Jika tidak ada kecemasan saat ini, maka anak-anak kita tidak bisa memasuki Indonesia emas 2045 mendatang,”ujarnya.

Ia mengakhiri sambutannya dengan memutuskan bahwa setiap anak yang mendaftar dan masuk ke TK Santa Maria Fatima Kelapa Lima, seluruh biayanya dibebaskan akan dibayar oleh dia. Paskalis juga bertekad untuk membiayai seragam sekolah dan biaya buku serta alat tulis.