Merauke – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke memastikan kasus kematian 6 ekor sapi di Kampung Okaba, Distrik Okaba Merauke, Papua Selatan bukan karena Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), Senin (25/07/2022).
Dokter Hewan, Bidang kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Richardo Rumlus mengatakan usai mendapat informasi melalui media sosial terkait kematian sapi, dirinya langsung menurunkan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan yang masih menghadapi gejala penyakit serupa di Distrik Okaba.
Usai melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang sakit, sehingga mengakibatkan 6 ekor sapi mati di Distrik Okaba sejak awal bulan april hingga 15 juli lalu.ditemukan gejala menurunya nafsu makan, lemah, bulu kusam dan kurus.
” Kematian 6 sapi ini sejak awal april hingga 15 Juli lalu, dan kita melakukan pemeriksaan terhadap satu ekor sapi yang sakit dan memiliki gejala yang sama dengan sapi yang mati sebelumnya” Ujar Drh Richardo Rumlus.
“Dari hasil diagnosa dan gejala klinis yang kita lakukan, untuk sementara kematian sapi tersebut disebabkan oleh cacing hingga menyebabkan diare berat” sambung Rumlus.
Drh Richardo Rumlus juga menegaskna jika kematian sapi di Okaba bukan karena penyakit Kuku dan Mulut, dengan melihat gejala yang dialami oleh sapi.
Selain itu, sejak wabah PMK mewabah, Provinsi Papua telah menutup pintu keluar masuk hewan terutama hewan berkuku belah masuk kewilayah Papua.
“Bukan karena PMK, gejala PMK iti selalu diawali dengan luka pada mulut, kemudian nanti dia bakal menular ke kaki, kemudian itu harus ditandai dengan adanya hewan baru yang masuk ke Merauke, apalagi peluang masuk sapi dari luar Papua ke Merauke agak sulit apalagi dengan adanya larangan saat ini” tutup Richardo.







