Sinergi Cegah Kerusakan Lingkungan di Naukenjerai

Lingkungan4 Dilihat
Share

Lensa Merauke — Berbagai unsur di Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan, khususnya kawasan Taman Nasional Wasur. Kamis, 4 September 2026

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan ramah tamah serta penandatanganan papan himbauan dan pernyataan komitmen bersama yang dilaksanakan di Kantor Balai Taman Nasional Wasur Resor Ndalir, dimulai pukul 09.00 WIT.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur FORKOPIMDIS Naukenjerai, Balai Taman Nasional Wasur Wilayah II Ndalir, TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta para kepala kampung di Distrik Naukenjerai.

Kapolsek Naukenjerai, Iptu C. C. Fernandez, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan di wilayah Naukenjerai.

Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh pihak untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta dampak yang dapat ditimbulkan dari aktivitas penggalian dan penjualan pasir secara ilegal.

“Kita berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat memahami dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku serta bersama-sama mencegah kerusakan alam dan lingkungan,” ujar Kapolsek.

Kepala Distrik Naukenjerai juga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap pemasangan papan himbauan dapat menjadi langkah nyata untuk mencegah aktivitas penggalian dan penjualan pasir secara ilegal yang masih ditemukan di wilayah Distrik Naukenjerai.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Wasur Wilayah II Ndalir menegaskan bahwa pemasangan papan himbauan bukanlah akhir dari upaya menjaga kelestarian alam, tetapi merupakan langkah awal yang harus diikuti dengan kegiatan secara konsisten dan berkelanjutan.

Papan himbauan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan Taman Nasional Wasur serta dampak negatif aktivitas penggalian pasir terhadap lingkungan.

Dukungan juga disampaikan oleh unsur TNI dan tokoh adat. Danki Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 143/TWEJ menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara aparat, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mencegah maupun menindak setiap pelanggaran yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

Ketua Adat Suku Kanum Kampung Onggaya, Menase Ndimar, turut menyatakan dukungan terhadap upaya bersama dalam menjaga kelestarian alam. Pihak adat mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan dan tidak mengabaikan aturan hukum yang telah ditetapkan.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kepentingan generasi yang akan datang,” menjadi semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan papan himbauan oleh unsur FORKOPIMDIS sebagai simbol komitmen bersama untuk mencegah aktivitas penggalian dan penjualan pasir secara ilegal serta menjaga kelestarian kawasan.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah, TNI/Polri, Balai Taman Nasional Wasur, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Distrik Naukenjerai.