Warga dan Aparat Bersatu, Selamatkan Permukiman dari Kepungan Api di Yaba Maru

Peristiwa1 Dilihat
Share

 

MERAUKE — Kobaran api mengancam permukiman warga di Kampung Yaba Maru Jalur 05, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (4/9/2026) pagi.

Api yang membakar lahan alang-alang dengan cepat meluas akibat kondisi kemarau dan tiupan angin kencang.

Aparat gabungan bersama masyarakat harus berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan seluas kurang lebih satu hektare.

Upaya pemadaman dilakukan cepat untuk mencegah api merambat ke rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 08.59 WIT di lahan yang berada di antara Jalur 04 dan Jalur 05. Api disebut dengan cepat menjalar melalui rerumputan dan alang-alang yang dalam kondisi kering.

Informasi awal menyebutkan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh seorang warga bernama Remi di sekitar tempat tinggalnya di Jalur 04. Api kemudian merambat ke lahan di belakang permukiman.

Laporan kebakaran langsung direspons aparat gabungan. Personel Polsek Tanah Miring, Damkar Karhutla, Damkar Kodam XXIV/Mandala Trikora Merauke, bersama masyarakat bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Sekitar pukul 09.52 WIT, petugas tiba dan langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Selain memadamkan titik api, petugas juga berupaya membuat kobaran tidak meluas ke arah permukiman.

Perjuangan memadamkan api berlangsung lebih dari satu jam. Hingga pukul 10.16 WIT, kobaran masih terlihat cukup besar, terutama pada bagian lahan alang-alang di belakang rumah warga.

Dengan pemadaman secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 10.40 WIT.

Meski lahan terbakar cukup luas, kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan terhadap rumah warga. Hingga pukul 11.30 WIT, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca kemarau. Lahan yang ditumbuhi alang-alang kering dapat dengan cepat menjadi media rambat api, terlebih ketika disertai angin kencang.

Aparat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran sampah. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga diingatkan untuk tidak panik dan segera mengamankan barang-barang penting apabila api mulai mendekati permukiman.

Kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat aparat dinilai menjadi kunci sehingga kebakaran lahan tersebut dapat dipadamkan sebelum menjalar dan mengancam rumah-rumah warga.