9 Juni 2024
Share

LENSA MERAUKE – Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Papua Selatan melakukan pemusnahan daging ayam dan ikan beku asal Surabaya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokem, Merauke pada Rabu siang (27/3).

Paramedik Karantina Hewan Terampil Muhammad Ali Mursidi mengatakan giat ini bermula saat jasa pengurusan transportasi (JPT) melaporkan kepada Pejabat Karantina hendak melakukan pembongkaran kontainer.

“Memperoleh informasi tersebut, kami langsung menuju lapangan penumpukan. Saat pemeriksaan kontainer sudah dalam kondisi terbuka segelnya. Dari luar sudah tercium bau tidak sedap dan sudah dikerubungi lalat” ungkap Ali dalam keterangannya.

Ali menambahkan kontainer berisi daging ayam beku 15000 kg dan ikan lele 500 kg. Setelah menggali informasi, di duga terjadi gangguan pada mesin pendingin sehingga merubah suhu didalam kontainer.

Guna pemenuhan diagnosa, pejabat Karantina melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pengambilan sampel daging ayam tersebut dibawa ke laboratorium Karantina untuk dilakukan pengujian.

“Hasilnya, ditemukan mikroba melebihi ambang batas. Maka langkah selanjutnya dilakukan pemusnahan” ungkap drh. Anastasia Diva Putri, selaku Dokter Hewan Karantina.

Kepala Karantina Papua Selatan Cahyono menjelaskan, daging ayam yang terkontaminasi mikroba akan cepat tersebar ke daging lainnya selama di dalam kontainer.

“Pemusnahan ini dilakukan untuk menjaga keamanan pangan bagi masyarakat Merauke tetap terjaga. Kami akan pastikan setiap media pembawa yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi” tutup Cahyono.