17 April 2024
Share

Lensa Merauke, – Polres Merauke membebaskan 12 orang pelaku aksi tolak pemekaran dan gelar refrendum yang diperiksa pada jumat lalu.

Hal tersebut dibenarkan Kepala seksi Humas Polres Merauke Iptu Bambang Sutrisno, saat ditemui di ruang humas Polres Merauke, Senin 6/6/2022.

Menurut Bambang Sutrisno, ke 12 orang tersebut sudah dilakukan pemeriksaan selama 1 x 24 jam, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan cukup bukti untuk menahan ke 12 pelaku aksi sehingga harus dibebaskan.

” tidak ada unsur unsur pidana, mereka sudah di bebaskan namun dengan syarat membuat surat pernyataan yang berisikan bahwa tidak akan mengulang kembali kegiatan serupa, bila dikemudian hari ditemukan melakukan kegiatan yang sama, maka akan di proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Iptu Bambang.

Sebelumnya Polres Merauke mengagalkan dan mengamankan aksi sekelompok masyarakat yang menolak DOB ( Daerah otonomi baru ) dan gelar referendum di Daerah Kuda Mati Kelurahan Kamundu Merauke.

Kegiatan pembubaran aksi tersebut karena tidak memiliki ijin dan mengatas namakan Kelompok anti pemekaran DOB, dan kelompok tersebut juga meminta digelarnya Referendum dengan upaya mengelar spanduk yang berisikan menolak DOB di Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *